Senin, 31 Agustus 2015

MIE PAK PRAYIT SINGOSARI


Rumah Makan Mie Pak Prayit yang terletak di Jalan Raya Klampok – Singosari ini menyediakan berbagai macam olahan Mie seperti Bakmie Goreng, Bakmie capcay, dan Bihun Goreng. Meskipun nama Rumah Makan ini Mie “Pak Prayit” namun disini juga menyediakan masakan Nasi Goreng yang menjadi menu andalan di Rumah Makan ini seperti Nasi Goreng pedas dan Nasi Goreng Mawut. Rumah Makan ini Buka setiap hari kecuali hari Kamis dan dibuka dari jam 10 pagi hingga jam 9 malam.



Rumah Makan Mie “Pak Prayit” ini sudah dirintis sejak tahun 2000 dan hingga sekarang masih populer dan tidak mengalami kendala yang cukup serius. Untuk rasa makanan yang disajikan di Rumah Makan ini tidak kalah dengan rasa-rasa masakan yang dijual di Rumah Makan yang besar lainnya. Rumah Makan ini tetap menyajikan makanan yang sederhana namun memiliki cita rasa yang mewah.



Harga yang ditentukan di Rumah Makan ini cukup murah dan memuaskan seperti Nasi goreng yang harganya mulai dari Rp. 7.000 hingga Rp. 8.000 sudah mendapatkan satu porsi nasi goreng dengan porsi yang banyak. Untuk harga Mie di patok mulai dari Rp. 8.500 hingga Rp. 11.000 tentusaja rasanya tidak kalah enak dengan Nasi Goreng. Sedangkan untuk minumannya disediakan berbagai macam minuman seperti Es Jeruk, Es teh, dan Es Susu Soda dengan harga yang cukup murah mulai dari Rp. 3.000 hingga Rp. 7.000.





GETHUK BAKAL CORET PEMAIN TAK SIAP

MALANG – Arema Cronus bakal menggelar sesi latihan terakhir sebelum pertandingan lawan Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, besok malam, kick off 18.00 WIB. Skuad Singo Edan yang kini diperkuat Morimakan Koita dan Lancine Kone itu bakal mematangkan strategi untuk seluruh pertandingan Piala Presiden. Pemain yang tak siap bakal dicoret dari daftar susunan pemain (DSP) laga itu.

Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo mengatakan, Kone-Koita membutuhkan pemahaman strategi yang lebih banyak ketimbang anggota skuad lain.

Pasalnya, mereka baru saja gabung dua hari. Otomatis butuh tambahan pemantapan strategi. Ini di luar kebiasaan Arema,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Menurut pelatih berlisensi B AFC ini, Kone-Koita baru saja melahap satu kali latihan bersama Dendi Santoso dkk. Meskipun keduanya pemain bagus, satu kali sesi bersama skuad Arema tidak cukup untuk memahami strategi permainan Arema.

Karena itu, sore ini Arema bakal menggembleng Kone-Koita untuk mengejar ketertinggalan pemahaman strategi. “Biasanya, kita H-2 melakukan strategi, dimaintenance H-1. Tapi, kita ingin duo pemain baru maksimal, karena itu kita beri pemahaman strategi lagi,” sambung Gethuk.

Menurut pelatih asal Cepu ini, ia tidak akan memainkan pemain yang tidak siap saat pertandingan lawan Persela Lamongan. Karena baru satu kali latihan, Gethuk belum bisa menentukan apakah Kone-Koita bisa dimainkan sejak awal lawan Persela.

Kita akan melihat kondisi terakhir pemain, baik saat latihan sore besok (hari ini), serta pagi hari jelang pertandingan. Kita akan selalu menurunkan pemain yang paling siap. Tak terkecuali, untuk pertandingan lawan Persela,” sambung Gethuk.

Terkait Persela, Gethuk menganggap Persela sebagai tim sesama Jawa Timur yang berbahaya. Dengan gaya main yang keras dan lugas, laga perdana Arema di Piala Presiden bakal menarik.(fin/ary)

BALEKAMBANG DITARGET RP.3 MILIAR

BANTUR – Tiga tahun belakangan, bisa jadi pengelolaan keuangan di manajemen Pantai Balekambang masuk kategori ‘sakit’. Kondisi tersebut karena pendapatan yang diterima hanya bersumber dari penjualan tiket yang masih dibagi dua dengan pihak lain. ”Tiketnya memang Rp 10.000, tapi untuk Balekambang yang pengelolannya di bawah kendali PD Jasa Yasa hanya 50 persennya,” kata Direktur Administrasi PD Jasa Yasa Asyari.

Namun, karena inovasi yang terus berkembang membuat Balekambang tumbuh kembali. Bahkan saat ini pantai terbaik di Kabupaten Malang itu selalu ramai, terutama pada weekend. Sejumlah fasilitas menambah pundi-pundi pendapatan untuk Balekambang dibangun. Seperti adanya 18 kamar, 1 cottage, 1 meeting room, dan 1 pendapa. Dikatakan Asyari, saat sejak adanya penginapan yang layak dan cottage, banyak pengunjung dari luar kota yang berdatangan. Rata-rata mereka mendapatkan referensi dari teman-temannya yang telah lebih dulu berkunjung dan menginap di Balekambang. Saat rombongan Radar Kanjuruhan menginap seminggu lalu misalnya, banyak tamu dari Surabaya yang menginap di sana. “Alhamdulillah Mas, yang datang juga banyak orang penting,” ujar Asyari.

Menurut dia, bagi yang menginap di pengelola Balekambang juga menyediakan hiburan live music hingga tengah malam. Pengunjung bisa request lagu sambil menikmati hidangan di kafe.

Nah, adanya berbagai fasilitas tersebut membuat PD Jasa Yasa menargetkan pendapatan yang cukup besar. Yakni sebesar Rp 3,3 miliar untuk tahun ini. Dari jumlah tersebut, hingga Agustus tahun ini sudah tercapai sekitar 70 persen. ”Kami yakin akan melebihi target pada akhir tahun nanti. Karena jumlah kunjungan juga terus meningkat,” terang dia.

Dikatakannya, rata-rata pada hari biasa Balekambang dikunjungi sekitar 5.000 wisatawan per minggu. Dan pada momen hari libur nasional seperti long weekend bisa mencapai 15 ribu per minggunya. ”Sebetulnya pantai ini potensinya luar biasa jika dikembangkan dengan baik dan serius,” ungkap pria yang juga ketua dewan penyantun KONI Kabupaten Malang itu.

Lebih lanjut, Asyari menjelaskan, PD Jasa Yasa memang tengah konsentrasi membenahi unit-unit usaha yang dikelola selain Balekambang. Kondisi yang belum layak jual akan menjadi prioritas utama setiap unitnya. Ada lima unit usaha yang berada di bawah naungan PD Jasa Yasa. Di antaranya, Pemandian Metro Kepanjen Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, Sumberwaras Lawang dan Pemandian Dewi Sri Pujon. ”Prioritas tahun ini kami perbaiki dan penambahan fasilitas di Pantai Ngliyep. Terutama akses jalan menuju pantai,” tutupnya. (sah/lid)

PELATIH AREMA TERKESAN MELIHAT KONDISI PEMAIN ASING


MALANGTIMES - Pelatih Arema terkesan melihat kondisi dua pemain Afrika, Lancine Kone dan Morimakan Koita. Dua pemain asing Arema yang baru didatangkan ini, langsung mengikuti program latihan bersama anggota tim yang lain.
Pelatih Arema, Joko Susilo, terkesan dengan kondisi ada duo Afrika yang baru masuk tim, kondisinya tidak terlalu buruk meski tidak ada kompetisi. Pelatih juga melihat dua pemain ini, dapat menjaga kondisi fisiknya dengan baik.
"Saya tidak menduga mereka masih bisa menjaga kondisi selama tidak ada kompetisi," kata Joko Susilo, Minggu (30/8/2015).
Dua pemain yang biasa bermain di posisi gelandang ini, sudah mengikuti program latihan yang sama dengan anggota tim yang lain. Selain itu, pelatih juga berharap dua pemain ini dapat disiapkan dengan baik jelang Piala Presiden.
"Awal latihan kita berikan program rekondisi sebentar, setelah itu kita beri porsi latihan yang sama," jelasnya. (*)