Rabu, 05 Agustus 2015

MOS AJARKAN KEPEKAAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL

MOS AJARKAN KEPEKAAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL

SINGOSARI - Masa Orientasi Siswa (MOS) banyak digelar di sekolah-sekolah. Salah satunya juga digelar di SMKN 1 Singosari, selama lima hari. Kemarin, Bupati Malang H. Rendra Kresna menutup MOS SMKN 1 Singosari di Lapangan Desa Lang-Lang, Kecamatan Singosari.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini mengapresiasi penyelenggaraan MOS yang juga sekaligus diadakan bakti sosial (Baksos). “Melalui kegiatan sosial ini, menumbuhkan rasa kepedulian dari para peserta didik, terhadap kalangan yang tidak mampu,” ujarnya Rendra kepada Malang Post, kemarin.


Dijelaskannya, kepekaan dan kepedulian sosial perlu ditumbuhkan terhadap generasi pemuda dan peserta didik. Hal itu yang menjadi penting, karena jiwa sosial harus tertanam sejak dini, utamanya terhadap kalangan yang tidak mampu.

Selasa, 04 Agustus 2015

DESA KEKERINGAN, DEWAN DESAK PEMKAB BANGUN SUMUR BOR

DESA KEKERINGAN, DEWAN DESAK PEMKAB BANGUN SUMUR BOR

Kabupaten Malang, SeputarMalang.Com – Kekeringan serta kekurangan air bersih yang selalu menghampiri warga di Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari pada saat musim kemarau mungkin akan segera teratasi. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang didesak oleh dewan untuk segera membangun sumur bor. Diketahui, desa ini selalu menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau datang.
Zia Ulhaq selaku Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang mengatakan, “Usulan pembangunan sumur bor sudah saya sampaikan ke Dinas PU Jawa Timur dan Kementrian PU. Harapannya ya bisa terealisasi”. Pembangunan sumur bor tersebut benar-benar diharapkan, karena warga yang ada di Desa Wonorejo sering sekali mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sehingga membuat Pemkab Malang sampai melakukan dropping tangki air ke desa tersebut.

ANGKUTAN PENUMPANG BODONG DIRAZIA

ANGKUTAN PENUMPANG BODONG DIRAZIA

PAKIS, MALANGRAYA.info – Angkutan penumpang di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang Timur di sinyalir banyak yang tidak dilengkapi dengan surat-surat. Untuk melakukan penertiban angkutan yang nakal itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Malang akan menggandeng Polres Malang. Penertiban akan dilakukan dengan menggelar operasi bersama.

Operasi atau razia yang dilakukan petugas kepolisian lebih kepada kelengkapan dan surat-surat kendaraan bermotor. Dalam penertiban yang dilakukan Dishubkominfo lebih kepada kelayakan dan keselamatan kendaraan.

“Penertiban yang dilakukan nantinya lebih kepada kelayakan kendaraan dan keselamatan penumpang. Dari mana kelayakan itu diketahui, tentunya dari tanda lulus uji KIR. Jika diketahui tidak memiliki, maka akan langsung diarahkan untuk ditilang,” kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Kabupaten Malang, Untung Sudarto kepada Malang Post, kemarin.

TENDER BERMASALAH, KABUPATEN KEHABISAN BLANGKO E-KTP

TENDER BERMASALAH, KABUPATEN KEHABISAN BLANGKO E-KTP

KEPANJEN – Kabupaten Malang kehabisan stok blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Habisnya blangko e-KTP ini telah terjadi sejak akhir Juli lalu hingga sekarang. Diprediksi habisnya stok ini masih akan berlangsung sampai dua bulan ke depan. Sehingga, baru pada bulan Oktober mendatang warga Kabupaten Malang bisa mendapatkan layanan e-KTP.
Menurut Purnadi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang mengatakan, habisnya blangko e-KTP dikarenakan pasokan dari pusat yang terhenti. Hal ini dialami diseluruh Indonesia, tidak hanya di Kabupaten Malang. “Kehabisan blangko e-KTP sejak Juli ini, karena pengiriman dari pusat yang terlambat,” kata Purnadi.
Seharunya jika tidak ada keterlambatan, jadwal pengiriman blangko e-KTP untuk Kabupaten Malang berlangsung pada bulan Juli lalu. Namun, kenyataannya sampai saat ini belum belum ada. Dari informasi yang dia peroleh habisnya stok dikarenakan beberapa hal. Di antaranya sudah habisnya tender pengadaan blangko e-KTP dengan perusahaan yang lama. Kemudian juga dikarenakan gagalnya tender pengadaan blangko e-KTP dengan perusahaan yang baru. “Info dari Jakarta yang saya terima gagalnya tender, sehingga harus mengulang,” katanya.